Evaluasi PKKMB Day 3 dan 4 Universitas Lampung 2025

 PKKMB FAKULTAS (19 Agustus 2025) MATERI PENGENALAN FAKULTAS  DEKAN FT Dr. Eng. Ir. Helmy Fitriawan, S.T, M.Sc.  WAKIL DEKAN BIDANG AKADEMIK & KERJA SAMA Dr. Muhammad Irsyad, ST, MT.  WAKIL DEKAN BIDANG UMUM & KEUANGAN Vera Agutriana, ST, MT, PhD  WAKIL DEKAN BIDANG KEMAHASISWAAN Dr. Eng. Ageng Sadnowo Repelianto, ST, MT. Pendidikan Tinggi dan Etika Digital Oleh: Bpk. Dr. Eng. Helmy Fitriawan, S.T.,M.Sc Etika Berinteraksi di Sosial Media 1. Dalam berinteraksi gunakan Bahasa yang baik dan sopan. 2. ⁠Apabila kita mengunggah foto informasi/video sebaiknya mengedepankan nilai-nilai kesopanan dan tidak mengandung SARA hingga pornografi. 3. Bijaksana dalam memberikan tanda like/love/suka. 4. Bijaksana dalam meneruskan foto/informasi/video yang anda terima di media sosial. 5. Bijaklah dalam memberikan komentar. 6. Bila meneruskan foto/video sebaiknya tidak dipotong yang dapat memberikan perbedaan makna atau persepsi. 7. Apabila melakukan screen shots percakapan sebaiknya tidak digunakan untuk merugikan orang lain. 8. Bila mengunggah foto informasi yang kita dapatkan dari orang lain dari media sosial, kita sebaiknya menyertakan sumber dan menghormati hak cipta. 9. Jangan takut untuk melaporkan akun yang bermasalah dan meresahkan. 10. Jangan memberikan informasi yang bersifat pribadi aat berinteraksi di media sosial. Etika Berinternet 1. Jangan menggunakan huruf besar/kapital. 2. Apabila mengutip dari internet, kutiplah seperlunya 3. Memperlakukan email sebagai pesan pribadi 4. Berhati-hati dalam melanjutkan email ke orang lain 5. Biasakan menggunakan format plain text dan jangan sembarangan menggunakan Html. 6. Jangan kirim file berukuran besar melalui attachment tanpa izin terlebih dahulu dari penerima pesan 7. Menulis email dengan ejaan yang benar dan kalimat sopan 8. Tidak menggunakan huruf kapital semua 9. Membiasakan menuliskan subject email untuk mempermudah penerima pesan 10. Menggunakan BCC (Blind Carbon Copy) bukannya CC (Carbon Copy) untuk menghindari tersebarnya email milik orang lain 11. Tidak mengirim email berupa spam, surat berantai, surat promosi dan surat lainnya yang tidak berhubungan dengan mailing list 12. Menghargai hak cipta orang lain 13. Menghargai privasi orang lain 14. Jangan menggunakan kata-kata jorok dan vulgar Sistem Perkuliahan dan Pembimbing Akademik Oleh: Bpk. Dr. Muhammad Irsyad S.T., M.Sc.  Membahas yang harus di persiapkan ntuk masa depan yaitu: 1. Karakter (Jujur, Disiplin, tekun, etika dll, dengan menjalankan agama dengan baik) 2. Belajar dg baik sehingga memiliki kompetensi akademik yang mumpuni (IPK tinggi, KTW) 3. Soft Skill (mandiri, altif, team work, leadership, komukatif, problem solving, adaptif, kecerdasan emosional, dan berfikir kritis, dengan berorganisasi)  Jumlah sks lulusan dan masa Studi Rata-rata sks persemester adalah 20 sks mulai dari semester 3 ditentukan oleh pihak IPK semester sebelumya untuk S1  Hal yang perlu Diperhatikan Dalam Menjalankan Studi 1. Peraturan akademik, surat edaran, dll 2. Jadwal perkuliahan 3. Rencana Pembelajaran Semester (RPS) 4. Diktat, modul, buku ajar, text book, dan buku referensi serta artikel ilmiah 5. Tugas dan PR 6. Ujian (QUIZ, UTS, UAS) Sarana Prasarana, Biaya Kuliah dan Beasiswa Oleh: Ibu Vera Agustiana, S.T, M.T, PhD.  Sarana Prasarana 1. Gedung Dekanat ( Gedung A) 2. Unit layanan terpadu (ULT) 3. Gedung jurusan teknik sipil 4. Gedung jurusan elektro 5. Gedung jurusan mesin 6. Gedung jurusan geodesi dan geomatika 7. Gedung jurusan tekknik kimia 8. Gedung jurusan geofisika 9. Gedung jurusan arsitektur 10. Laboratorium 11. Aula (Ruang Pertemuan) 12. Masjid 13. Perpustakaan 14. Sarana olahraga • Kolam renang • Lapangan basket • Lapangan tenis • Lapangan voli • GSG  BIAYA Kuliah Tunggal (BKT) • Merupakan keseluruhan biaya operasional per mahasiswa per semester pada program studi di perguruan tinggi negeri • Digunakan sebagai dasar penetapan biaya yang dibebankan kepada mahasiswa, masyarakat dan Pemerintah.  UANG Kuliah Tunggal (UKT) • UKT merupakan sebagian BKT yang ditanggung setiap mahasiswa berdasarkan kemampuan ekonominya. • UKT = BKT – biaya yang ditanggung oleh Pemerintah (BOPTN = Bantuan operasional perguruan tinggi negeri).  BEASISWA UNILA 1. Beasiswa unggulan (online) 2. Beasiswa KIP (pengelola universitas) 3. Beasiswa Bantuan UKT (Pengganti beasiswa PPA) pengelola universitas 4. Beasiswa Djarum (online) 5. Beasiswa Karya Salemba Empat (online) 6. Beasiswa Adaro (pengelola universitas) 7. Beasiswa Bank Indonesia (pengelola universitas) 8. Beasiswa IKAT (pengelola IKA Unila) Total mahasiswa yg mendapat beasiswa per tahun: 500 mhs. https://www.instagram.com/unilabeasiswa/ Hak dan Kewajiban Mahasiswa Oleh: Bpk. Dr. Eng. Ageng. Sadnowo Repelianto, ST, MT.  Identitas, adalahciri fisik, status, dan kekhasan sifat, keunggulan yang di akui  Reputasi, adalah penilaian orang lain terhadap pernyataan (declare) identitas seseorang  Karakter, adalah sifat, kepribadian, watak serta tingkah laku yang diekspresikan dalam kehidupan sehari-hari.  Kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh bakat dan kecerdasan. Cara pandang kita terhadap diri, dunia dan kesuksesan, amat menentukan atas pencapaian.  Wordview adalah lensa menyeluruh,  Point of View adalah perspektif khusus untuk suatu narasi,  Mindset/pola pikir adalah sikap praktis yang membentuk tindakan dan reaksi individu. Pandangan yang anda adopsi untuk diri anda itulah mindset. Mindset hanya ada 2: 1. Mindset tetap, cenderung pasrah diri. 2. Mindset tumbuh, cenderung berkembang. Pasal 5 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Empat tujuan Pendidikan Tinggi. 1. Pendidikan tinggi adalah pengembangan potensi mahasiswa supaya menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan serta berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten, dan berbudaya untuk kepentingan bangsa. 2. Dihasilkannya lulusan yang menguasai cabang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi untuk memenuhi kepentingan nasional dan peningkatan daya saing bangsa. 3. Dihasilkannya ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penelitian yang disertai penerapan nilai humaniora demi manfaat yang tertuju pada kemajuan bangsa, kemanjuan peradaban dan kesejahteraan umat manusia. 4. Terwujudnya pengabdian masyarakat berdasarkan pada penalaran dan karya penelitian dengan tetap berorientasi pada kemajuan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.  Untuk mewujudkan tujuan PT, maka tujuan pertama sebagai point of view seyogyanya mampu untuk membentuk karakter mahasiswa yang berakhlak mulia, menghargai kemanusiaan dan juga memiliki kesehatan mental yang baik.  Menghargai kemanusiaan adalah titik temu umat manusia menjalankan hidup Bersama di Bumi Tuhan, membangun dan menjaga dunia. Mindset memiliki pandangan global dengan multipersoalan.  Kekuatan jiwa adalah kunci dalam proses perubahan untuk mampu bekerja keras mencapai suatu tujuan. Mental harus dilatih dan dikuatkan selalu, dalam mindset yang diyakini menuju arah perbaikan dan kebaikan.  Kompleksitas hubungan antara Identitas, Reputasi, Point of View, Mindsed diri dan dunia adalah proses yang terus harus tumbuh kembangkan dalam memahami konsep tentang diri untuk berdamai dengan segala identitas.  Tiga hal yang perlu dilakukan bagi seseorang yang ingin memahami lebih jauh tentang konsep diri • Lakukan pekerjaan fisik • Pelajari sejarah • Pelajari cara diri berfikir yang melahirkan kesadaran terbaik PKKMB JURUSAN (20 AGUSTUS 2025) Telaah Konseptual Materi Pengembangan Karakter Mahasiswa dalam PKKMB Unila 2025 Presentasi PKKMB Universitas Lampung tahun 2025 yang disampaikan oleh Dr. Eng. Ageng Sadnowo Repelianto, S.T., M.T., menyajikan sebuah kerangka konseptual yang mendalam mengenai pengembangan karakter mahasiswa. Materi ini secara sistematis mengurai tiga pilar fundamental: identitas dan reputasi, konsep karakter, serta pola pikir (mindset). Pendekatan ini menunjukkan kesadaran institusi bahwa pembentukan individu yang unggul tidak hanya bergantung pada penguasaan kompetensi teknis, melainkan juga pada internalisasi nilai-nilai dan pandangan hidup yang kokoh. Analisis presentasi ini dimulai dengan diferensiasi yang jelas antara identitas dan reputasi. Identitas didefinisikan sebagai atribut internal dan personal, seperti ciri fisik dan status yang diakui oleh diri sendiri. Sebaliknya, reputasi adalah konstruk sosial, sebuah penilaian eksternal yang dibentuk oleh interaksi dan pembuktian identitas di mata masyarakat. Argumen bahwa masyarakat lebih cenderung merespons reputasi daripada identitas menekankan pentingnya konsistensi antara deklarasi diri dan perilaku yang dapat diverifikasi oleh orang lain. Selanjutnya, materi ini mengartikulasikan karakter sebagai manifestasi dari kepribadian dan tingkah laku yang dapat dibentuk dan ditingkatkan melalui proses pendidikan dan pembiasaan. Presentasi ini secara logis menghubungkan karakter dengan pola pikir (mindset), yang dianggap sebagai fondasi utama. Konsep ini membedakan tiga tingkatan kognitif: worldview (pandangan global), point of view (perspektif narasi), dan mindset (sikap praktis yang mendorong tindakan). Presentasi ini juga memperkenalkan dikotomi antara mindset tetap dan mindset tumbuh. Pola pikir yang statis (tetap) cenderung membuat individu bersikap pasif dan fatalistik terhadap tantangan. Sebaliknya, pola pikir yang berkembang (tumbuh) mempromosikan pendekatan proaktif dan optimistik terhadap pembelajaran dan pengembangan diri. Keterkaitan antara mindset dan kesuksesan menunjukkan bahwa keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh bakat atau kecerdasan bawaan, tetapi juga oleh kemauan untuk berkembang dan menghadapi kesulitan. Materi ini secara efektif mengaitkan pembahasan karakter dengan tujuan pendidikan tinggi yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012. Salah satu tujuan utama adalah pembentukan karakter mahasiswa yang memiliki akhlak mulia dan kesehatan mental yang baik. Untuk mencapai kesadaran diri yang lebih baik, presentasi ini merekomendasikan tiga pendekatan holistik: perjalanan fisik, studi sejarah, dan refleksi diri. Strategi ini menekankan pentingnya pengalaman empiris dan intelektual dalam membentuk kesadaran yang komprehensif. Secara keseluruhan, presentasi ini menyimpulkan bahwa karakter bangsa merupakan agregasi dari perilaku, budaya, dan sejarah kolektif. Penekanan pada integritas, yang didefinisikan sebagai keselarasan antara perkataan dan perbuatan, menegaskan bahwa karakter yang kuat memerlukan konsistensi moral dan etika. Dengan mengutip Robert Sternberg, materi ini menggarisbawahi bahwa dedikasi dan tujuan yang jelas jauh lebih krusial bagi pencapaian keahlian daripada bakat alami. Presentasi ini tidak hanya memberikan wawasan teoretis tetapi juga menawarkan panduan praktis untuk pembentukan karakter yang berkelanjutan. Kekerasan di Perguruan Tinggi: Tinjauan Akademis dan Upaya Pencegahan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) merupakan aspek krusial dalam mewujudkan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan berintegritas. Konsep ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-16, yang berfokus pada pembangunan institusi yang damai, adil, dan kuat. Dalam konteks Indonesia, komitmen ini diwujudkan melalui regulasi seperti Permendikbudristek No. 55 Tahun 2024, yang secara spesifik mengatur kerangka kerja PPKPT. Regulasi ini bukan hanya sebuah norma, tetapi sebuah instrumen hukum yang bertujuan untuk mengikis segala bentuk kekerasan, baik yang bersifat struktural maupun interpersonal, di dalam ekosistem pendidikan tinggi. Pengembangan karakter manusia utuh menjadi landasan fundamental dalam upaya PPKPT. Karakter ini mencakup nilai-nilai esensial seperti kejujuran, integritas, ketekunan, tanggung jawab, dan kemampuan berpikir kritis. Pembentukan karakter yang kuat ini menjadi benteng pertahanan individu dalam menghadapi dinamika sosial, serta mendorong kesadaran akan pentingnya menghormati hak dan martabat orang lain. Dalam konteks ini, anti-plagiarisme juga termasuk bagian dari integritas akademik, di mana setiap individu diwajibkan untuk menjunjung tinggi orisinalitas dan mengakui kontribusi intelektual orang lain. Praktik plagiarisme—yang didefinisikan sebagai penggunaan karya atau ide orang lain tanpa atribusi yang layak—tidak hanya melanggar etika, tetapi juga mencerminkan kurangnya integritas personal. Materi PPKPT mengidentifikasi enam jenis kekerasan yang secara tegas dilarang: kekerasan fisik, psikis, perundungan, kekerasan seksual, diskriminasi, dan kebijakan yang mengandung kekerasan. Berdasarkan data dari Inspektorat Jenderal tahun 2021 hingga 2024, kekerasan di perguruan tinggi menunjukkan pola yang mengkhawatirkan. Dari 320 laporan yang masuk, kasus kekerasan seksual mendominasi dengan persentase 43,7%, diikuti oleh perundungan yang mencapai 38,7%. Data ini menyoroti urgensi penanganan yang lebih serius dan komprehensif terhadap isu kekerasan, terutama pada dua jenis kekerasan yang paling sering terjadi, dengan implementasi kebijakan yang tegas dan mekanisme pelaporan yang efektif. Implikasi dari kekerasan di lingkungan akademik sangatlah multidimensional dan merugikan korban secara signifikan. Dampak yang ditimbulkan mencakup gangguan kesehatan mental (seperti depresi dan kecemasan), masalah kesehatan fisik, penurunan kinerja akademik, isolasi sosial, dan kesulitan dalam membangun hubungan interpersonal yang sehat. Kekerasan tidak hanya mengganggu proses belajar-mengajar, tetapi juga menghambat perkembangan pribadi dan profesional korban. Oleh karena itu, pendekatan PPKPT harus bersifat holistik, mencakup edukasi, pencegahan, serta rehabilitasi yang memadai untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan seluruh sivitas akademika, sehingga tercipta lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan intelektual dan personal. Analisis Kurikulum Program Studi Teknik Kimia Berbasis Outcome-Based Education (OBE) Program Studi S1-Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung (Unila) telah merumuskan Kurikulum 2025 dengan mengadopsi pendekatan Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan ini merupakan paradigma pendidikan yang berfokus pada hasil pembelajaran yang terukur, di mana kompetensi, keterampilan, dan sikap mahasiswa menjadi tujuan utama, alih-alih sekadar penguasaan materi. Implementasi OBE ini sejalan dengan visi program studi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga memiliki daya saing global, khususnya dalam bidang perancangan proses kimia dengan memanfaatkan potensi lokal. Visi ini menunjukkan komitmen untuk menghasilkan kontribusi yang relevan, baik di tingkat regional maupun internasional. Untuk mencapai tujuan tersebut, program studi menetapkan sepuluh Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang terstruktur secara komprehensif. CPL ini mencakup tiga aspek utama, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan, yang sebagian besar berada pada Level 6 Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Capaian ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan teknis dan non-teknis yang relevan dengan industri. Contohnya, CPL mengintegrasikan kemampuan pemecahan masalah (aplikasi ilmu dasar dan teknik kimia), keterampilan digital (penggunaan teknologi informasi), dan kompetensi interpersonal (komunikasi efektif dan kerja tim multidisiplin). Selain itu, terdapat penekanan pada kemampuan perancangan, pelaksanaan, dan analisis data eksperimen, serta perancangan proses kimia yang mempertimbangkan aspek ekonomi, keselamatan, dan keberlanjutan. Berdasarkan CPL yang telah ditetapkan, kurikulum ini berhasil memetakan beragam profil lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri. Lulusan diproyeksikan dapat berperan sebagai Perekayasa Proses Kimia, yang bertanggung jawab pada analisis dan perancangan produksi, serta Perekayasa Produk Kimia yang fokus pada pengembangan produk inovatif. Selain itu, kurikulum juga mempersiapkan lulusan untuk peran yang lebih luas, seperti Peneliti yang mampu menemukan solusi baru, Pengajar dan Trainer yang berkompeten dalam transfer pengetahuan, Pengelola Industri yang menguasai manajemen proyek, hingga Pengusaha yang dapat memanfaatkan keahlian teknik kimia untuk menciptakan nilai ekonomi. Keberagaman profil ini mencerminkan fleksibilitas dan adaptabilitas lulusan di berbagai sektor profesional. Gambar chemical process flow diagram Struktur mata kuliah yang dirancang dalam kurikulum ini menunjukkan progresivitas yang logis dari tahun pertama hingga tahun terakhir. Semester awal (I & II) difokuskan pada penguatan ilmu dasar seperti matematika, fisika, dan kimia, yang menjadi fondasi bagi studi teknik kimia. Selanjutnya, pada semester III dan IV, mahasiswa mulai memasuki mata kuliah inti Teknik Kimia, seperti Termodinamika dan Operasi Teknik Kimia. Progresi ini berlanjut pada semester V dan VI dengan mata kuliah yang lebih spesifik dan terapan, seperti Pemodelan Proses dan Perancangan Sistem Pengolahan Limbah, yang mengintegrasikan teori dengan aplikasi praktis. Kerja Praktik pada semester VI juga menjadi jembatan antara teori di kelas dengan realitas di lapangan. Semester akhir (VII & VIII) didedikasikan untuk puncak pembelajaran, yaitu proyek Perancangan Proses Pabrik Kimia dan Skripsi/Tugas Akhir. Mata kuliah ini berfungsi sebagai capstone project, di mana mahasiswa mengaplikasikan seluruh pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh untuk menyelesaikan masalah kompleks secara mandiri. Hal ini sejalan dengan prinsip OBE yang menekankan pada demonstrasi kemampuan akhir. Dengan total 144 SKS, kurikulum ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap lulusan tidak hanya memiliki bekal teoritis yang kuat, tetapi juga kompetensi praktis yang memadai untuk memenuhi standar kualifikasi industri, sejalan dengan visi program studi untuk mencetak profesional yang kompetitif dan berintegritas. Peran Strategis Kewirausahaan dalam Pembentukan Karakter Mahasiswa Teknik Kimia Pengenalan konsep kewirausahaan kepada mahasiswa baru Jurusan Teknik Kimia Universitas Lampung merupakan langkah strategis yang didasarkan pada beberapa urgensi. Inisiatif ini bertujuan untuk melakukan pergeseran pola pikir fundamental, dari mentalitas pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Materi ini menekankan bahwa seorang lulusan teknik memiliki potensi besar untuk menjadi seorang problem solver yang inovatif, mampu mengidentifikasi permasalahan di masyarakat dan mengubahnya menjadi peluang bisnis yang berkelanjutan. Kewirausahaan sangat relevan dengan keilmuan Teknik Kimia yang memiliki cakupan luas dalam industri manufaktur, energi, pangan, dan lingkungan. Konsep teknopreneurship menjadi alternatif karir yang menarik, di mana pengetahuan akademis dapat diubah menjadi produk nyata dengan nilai ekonomi tinggi. Potensi ini terlihat jelas dari kemampuan mahasiswa untuk mengembangkan produk kimia rumah tangga seperti sabun, energi terbarukan seperti bioetanol, hingga material canggih seperti bioplastik. Sinergi antara ilmu teknik kimia dan kewirausahaan ini membuka jalan bagi inovasi yang berasal dari laboratorium dan membawa dampak positif bagi industri maupun masyarakat. Inisiatif pengenalan kewirausahaan juga berfungsi sebagai fondasi yang kokoh untuk mendukung berbagai program pemerintah dan universitas. Mahasiswa yang telah memiliki bekal kewirausahaan sejak dini akan lebih siap dan kompetitif untuk berpartisipasi dalam program-program unggulan, seperti Kampus Merdeka, Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Dengan demikian, pengenalan dini ini tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan pribadi mahasiswa, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian target dan visi institusional. Lebih dari sekadar menciptakan peluang ekonomi, kewirausahaan juga merupakan instrumen efektif dalam membangun soft skill yang krusial. Proses berwirausaha secara langsung melatih kreativitas, kepemimpinan, kerja sama tim, kemampuan komunikasi, dan manajemen risiko. Keterampilan-keterampilan ini sangat dibutuhkan di dunia kerja, melengkapi kompetensi teknis yang diperoleh dari mata kuliah. Di tengah keterbatasan lapangan kerja industri, jiwa wirausaha memberikan kemandirian dan "rencana B" yang solid bagi lulusan, terutama dengan memanfaatkan potensi bahan baku agraris dan maritim di wilayah Lampung. Secara keseluruhan, kewirausahaan didefinisikan sebagai sebuah proses transformatif dalam menciptakan nilai tambah melalui inovasi dan keberanian mengambil risiko. Berbagai model implementasi yang dirancang, seperti praktikum mini wirausaha, proyek bisnis semester, dan kompetisi internal, memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa. Melalui pendekatan ini, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman nyata dalam menghubungkan keilmuan Teknik Kimia dengan dunia usaha, menumbuhkan tanggung jawab sosial, dan pada akhirnya membentuk individu yang mandiri, kreatif, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

0 Komentar